Pages

Tuesday, June 6, 2017

5 Manfaat Takjil untuk Berbuka Puasa


Istilah Takjil seringkali kita dengar pada saat maupun menjelang bulan Ramadhan. Kebanyakan orang awan beranggapan bahwa takjil merupakan hidangan yang disajikan untuk berbuka puasa, terutama makanan atau minuman yang manis-manis seperti kolak, kurma, es buah, dan lain sebagainya. Benarkah demikian?
ads
Sebenarnya, pengertian takjil dalam ajaran agama islam sangatlah berbeda dengan pengertian takjil yang berada di sebagian benak orang awam  seperti kita ini. Dalam islam, takjil berasal dari kata ta’jiilun (تَعْجِيْلٌ ) yang di wakafkan menjadi ta’jiil (تَعْجِيْلْ ), dimana kata tersebut berasal dari fi’il madhi ajjala (عَجَّلَ) yang berarti menyegerakan atau mempercepat.
Jadi sekarang sudah tahu kan bahwa takjil bukanlah hidangan untuk berbuka puasa, melainkan kegiatan menyegerakan untuk menyelesaikan ibadah puasa atau membatalkan puasa dengan memakan sesuatu, yaitu ketika waktu berbuka puasa telah tiba.
Mengingat puasa adalah salah satu dari kewajiban umat muslim untuk dijalankan dan menjadi bagian dari 5 rukun islam, tentunya harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Mulai dari waktu awal puasa hingga waktu membatalkannya, salah satunya memakan takjil yang benuh dengan berkah. Lalu apa saja hikmah takjil menurut ajaran islam?
  1. Akan selalu berada dalam kebaikan
Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda :
لا يَزَالُ اَلنَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ
Artinya:
Manusia Senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim)
Menyegerakan berbuka puasa adalah merupakan sunnah Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam. Jadi, sudah sepantasnyalah kita sebagai umat muslim untuk mengikuti sunnah-sunnah beliau.
Dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu, Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya:
Umatku akan terus dalam sunnahku selama mereka tidak menunggu bintang ketika berbuka (puasa).” (HR Ibnu Hibban).
Dan Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam juga pernah bersabda :
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّىَ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَعَلَى تَمَرَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ
Artinya:
“Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam berbuka puasa dengan ruthab sebelum shalat (Maghrib). Jika tidak ada ruthab (kurma muda) maka dengan tamr (kurma matang), jika tidak ada tamr maka beliau meneguk beberapa teguk air” (HR. Abu Daud 2356, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Daud)
Dari kedua hadist di atas sudah jelas bahwasannya Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam selalu menyegerakan untuk berbuka puasa setiap kali beliau berpuasa, dan dalam berbuka puasa beliau memilih untuk berbuka terlebih dahulu dengan memakan kurma, dan jika tidak ada kurma, maka beliau berbuka dengan meneguk air saja. Mengapa demikian?
Menyegerakan berbuka puasa adalah sesuai dengan fitrah manusia, dimana mereka ingin segera menghilangkan rasa haus dan lapar setelah seharian berpuasa. Dan kenapa Rasulullah memilih berbuka puasa dengan memakan kurma daripada makanan yang berat-berat?
Dalam kitab Kifayatul Akhyar, penulisnya (yaitu Taqiyuddin Al Hushni) menukil sebuah pendapat yang dinyatakan oleh Ar Rauyani yaitu:
وَيسْتَحب أَن يفْطر على تمر وَإِلَّا فعلى مَاء للْحَدِيث وَلِأَن الحلو يُقَوي وَالْمَاء يطهر وَقَالَ الرَّوْيَانِيّ إِن لم يجد التَّمْر فعلى حُلْو لِأَن الصَّوْم ينقص الْبَصَر وَالتَّمْر يردهُ فالحلو فِي مَعْنَاهُ
Artinya:
Dianjurkan berbuka dengan kurma atau jika tidak ada maka dengan air, berdasarkan hadits ini. karena yang manis-manis itu menguatkan tubuh dan air itu membersihkan tubuh. Ar Rauyani berkata: ‘kalau tidak ada kurma maka dengan yang manis-manis. karena puasa itu melemahkan pandangan dan kurma itu menguatkannya, dan yang manis-manis itu semakna dengan kurma’” (Kifayatul Akhyar, 200)
Pola kuliner dan konsumsi yang telah dicontohkan oleh Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam tidak hanya membawa dampak pada kesehatan tubuh serta sesuai dengan fitrah manusia saja, akan tetapi juga sebagai bentuk ibadah yang menjadikan Rasulullah sebagai teladan bagi kehidupan umat muslim dalam segala hal.

  1. Menjadi pembeda antara umat muslim dengan pemeluk agama lainnya
Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam penah bersabda yang artinya:
Agama Islam akan selalu menang selama para pemeluknya mempercepat berbuka (puasa) karena orang Yahudi dan Nasrani selalu mengakhirkannya.”
  1. Allah SWT akan mengabulkan do’a-do’anya
Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda, yang artinya:
Sesungguhnya orang yang berpuasa tatkala berbuka doanya tidak akan ditolak.” (HR Ibnu Majah)
Dalam hadist yang telah diriwayatkan oleh Tirmidzi, Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam juga pernah bersabda, yang artinya:
 Tiga golongan yang doanya tidak akan ditolak ialah doa pemimpin yang adil, orang yang berpuasa ketika berbuka, dan doa orang yang teraniaya.”
  1. Akan menyegarkan badan
Al- Muhallib pernah berkata “Hikmah dari menyegerakan berbuka puasa adalah agar orang yang berpuasa itu tidak semakin berat dengan menahan lapar lebih lama. Selain itu, agar badan segar kembali sehingga lebih kuat dalam beribadah di malam hari.”
Selain itu, Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda, yang artinya:
Rasa dahaga telah hilang, urat kerongkongan telah basah, dan pahala ditetapkan, insya Allah.” (HR. Abu Dawud)
  1. Menjadi golongan orang-orang yang dicintai Allah
Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda :
و للترمذي من حديث أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه و سلم قال : ((قال الله عز وجل أحب عبادي إلي أعجلهم فطرا
Dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dari nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
“Allah ‘azza wa jalla berfirman : Hamba yang paling Aku cintai adalah yang paling menyegerakan berbuka” (Hadits ini dihasankan oleh Attirmidzi dan dishohihkan oleh Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban)
Kita juga dianjurkan untuk menyediakan hidangan berbuka puasa bagi orang lain, karena hal tersebut juga merupakan suatu amalan yang tentu saja akan mendapatkan balasan dari Allah SWT, yaitu mendapatkan pahala dari Allah SWT

Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda :
مَن فطَّر صائماً كان له مثل أجره غير أنه لا ينقص من أجر الصائم شيء
Artinya:
Barangsiapa yang memberi buka orang puasa, maka baginya pahala semisalnya tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikitpun.”
Bisa memberikan makanan berbuka bagi mereka yang sedang menjalankan ibadah puasa meskipun hanya sebutir kurma atau dengan seteguk air adalah salah satu nikmat dari Allah SWT, dimana Allah telah mensyariatkan hambanya untuk saling tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan. Hal tersebut seperti firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat  Al-Baqarah ayat 267 :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ
Artinya:
Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik.”

Jadi sebagai muslimah yang baik, sudah sepantasnyalah jika ia tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang nantinya dapat mendatangkan dosa baginya. Ingin tampil cantik boleh saja, asalkan tetap dalam koridor syariat agama.
Semoga kita termasuk dalam golongan hamba-Nya yang beriman.


13 Tips Puasa Ramadhan Ala Rasulullah

Dari Abu Abdirrahman bin Umar bin Khatthab radhiyallahu ‘anhuma beliau berkata : “Aku mendengar Rasulullah saw bersabda” :
ads
بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا الله،ُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ االلهِ، وَإِقَامِ الصَّلَاةِ، وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ، وَحَجِّ الْبَيْتِ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ (رواه البخاري ومسلم)
“Islam didirikan di atas lima perkara: Bersaksi bahwa tidak ada Ilah selain Allah, dan sesungguhnya Muhammad itu adalah utusan Allah. Mendirikan Shalat Mengeluarkan Zakat puasa di bulan Ramadhan Menunaikan haji ke Ka’bah.” (HR.Bukhari Muslim).
Bulan Ramadhan merupakan bulan yang paling istimewa diantara bulan-bulan lainnya. Selama bulan Ramadhan, umat muslim wajib menjalankan ibadah Puasa Ramdhan yang disertai niat tulus karena Allah SWT.
Ada beberapa tips puasa ramadhan ala Rasulullah SAW selama bulan Ramadhan yang sunnah untuk kita ikuti, diantaranya adalah:
  1. Menyegerakan buka puasa
Rasulullah SAW menganjurkan kita untuk menyegerakan berbuka, beliau bersabda :
لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوْا الْفِطْرَ – رواه الشيخان
Manusia akan sentiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Apabila telah datang waktu berbuka puasa, hendaklah menyegerakan berbuka, karena didalamnya terdapat banyak kebaikan.
  1. Mengakhirkan Sahur
Zaid bin Tsabit berkata, “Kami pernah makan sahur bersama Rasulullah saw. Kemudian kami melaksanakan shalat. Kemudian saya bertanya: Berapa lamakah waktu antara keduanya (antara makan sahur dengan salat)? Rasulullah menjawab: Selama bacaan lima puluh ayat.” (HR. Shahih)
Jika 50 ayat itu sekitar 5 menit, maka berhentilah makan dan minum lalu selang waktu 5 menit kemudian melaksanakan shalat subuh.
  1. Makan Kurma dan Madu saat sahur dan berbuka
“Apabila seseorang di antara kamu berbuka, hendaknya ia berbuka dengan kurma, jika tidak mendapatkannya, hendaknya ia berbuka dengan air karena air itu suci.” (HR. Imam Lima)
Memakan 3 butir kurma dan meminum 2 sendok makan madu setelah sahur dan berbuka puasa atau bisa juga sebagai takjil (setelah makan utama) sangat baik bagi tubuh (Baca juga: Manfaat Takjil). Kandungan kalori yang tinggi pada kurma dan madu dapat memberikan kita energi yang cukup untuk aktivitas seharian agar kuat berpuasa
  1. Membaca Al-Quran
Imam Az-Zuhri berkata, “Apabila datang Ramadhan, maka kegiatan utama kita selain berpuasa adalah membaca Al-Qur’an.” Bacalah dengan tajwid yang baik dan tadabburi, pahami, dan amalkan isinya. Insya Allah, kita akan menjadi insan yang berkah.
Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah. Pada bulan ini Al-Quran pertama kali diturunkan. Tidak heran kenapa Rasulullah lebih sering membaca Al-Quran pada bulan ini dibandingkan pada bulan-bulan lainnya. Manfaat membaca Al-Quran memberi kita banyak sekali pelajaran dalam kehidupan sehari-hari
  1. Berolahraga
Jika salah seorang di antara kamu berpuasa, maka hendaklah pada pagi harinya ia dalam keadaan berharum-haruman serta rambut yang tersisir rapi.”(HR Bukhari).
Walaupun kita dalam keadaan berpuasa, tetapi itu tidak membuat kita menghentikan kegiatan. Kita tetap semangat untuk bekerja dan beribadah. (Baca juga: tips berpuasa sambil bekerja)
Agar kondisi badan tetap terjaga, kegiatan berolahraga tetap dijalankan meskipun dengan intensitas yang agak dikurangi. Setelah kita berolahraga, walaupun kita berkeringat, lelah dan haus akan segar kembali setelah mandi
  1. Memberikan Makanan Berbuka Puasa
“Barang siapa yang memberikan makanan berbuka kepada orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa itu” (Shohih Nasa’i dan Tirmidzi).
Di bulan yang mulia ini adalah kesempatan kita untuk berbuat kebaikan. Dengan memberi makan tetangga, anak-anak yatim, dan orang-orang tidak mampu, selain berbagi kebahagian, itu merupakan amalan-amalan untuk kita di akhirat.
  1. Memberikan Dakwah
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar ; merekalah orang-orang yang beruntung.” (TQS. Al-Imran[3] : 104).
Walaupun hanya satu ayat, sampaikan kebenaran-kebenaran fungsi Al-Quran bagi umat manusia serta keajaiban Al-Quran di dunia.


  1. Melaksanakan Shalat Tarawih
Salah satu keistimewaan ramadhan adalah dengan adanya Shalat Tarawih. Shalat ini merupakan salah satu shalat sunnah yang hanya ada pada bulan Ramadhan.
Rasulullah pernah merasa khawatir kalau Shalat Tarawih dianggap sebagai Shalat wajib karena semakin hari semakin banyak yang mengikuti shalat tarawih di Masjid. Lalu Rasulullah melakukan shalat Tarawih sendiri di rumah.
  1. Melakukan Itikaf
Itikaf artinya berdiam diri di Masjid dengan niat sebagai bentuk iman kita kepada Allah (Baca juga: Manfaat beriman kepada Allah). Salah satu amal yang selalu Rasulullah SAW lakukan selama bulan Ramadhan.
Imam Az-Zuhri berkomentar, “Aneh benar keadaan orang Islam, mereka meninggalkan i’tikaf padahal Rasulullah tidak pernah meninggalkannya sejak beliau datang ke Madinah sampai beliau wafat”.
  1. Menanti Malam Lailatul Qadar
Malam Lailatul Qadar merupakan satu malam yang istimewa pada bulan Ramadhan. (Baca juga: keutamaan malam Lailaul Qadar). Malam tersebut merupakan malam yang penuh berkah. Malam yang nilainya sama dengan seribu bulan. Tidak semua orang bisa meraih Lailatul Qadar. Bahkan, untuk mendapatkan malam penuh berkah itu, Rasulullah SAW mengajarkan kita sebuah dengan doa, “Allahumma innaka ‘afuwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii” yang artinya “Ya Allah, Engkaulah Pemilik Ampunan dan Engkaulah Maha Pemberi Ampun. Ampunilah aku”.
Rasulullah lebih fokus menjalankan ibadah pada 10 hari pertama (Ramadhan 10 hari pertama), pertengahan bulan, dan terutama pada 10 hari akhir untuk mendapatkan Lailatul Qadar.
Rasulullah SAW bersabda yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim: “Barangsiapa yang shalat pada malam lailatul qadar berdasarkan iman dan ihtissab, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
  1. Menjalankan Umrah
Pada bulan Ramadhan segala amalan baik nilainya berlipat-lipat. Jika kalian mampu, pergilah untuk Umrah. Umrah tidak membebani kita dalam berpuasa. Puasa kita semakin lancar dan mendapat pahala berkali-kali lipat. Amin.


Rasulullah SAW berkata kepada Ummu Sinan melalui riwayat Bukhari dan Muslim: “Seorang wanita Anshar, agar apabila datang bulan Ramadhan, hendaklah ia melakukan umrah, karena nilainya setara dengan haji bersama Rasulullah SAW”.
  1. Melaksanakan Taubat
Pintu ampunan terbuka lebar selama bulan Ramdhan oleh Allah SWT bagi seluruh hambanya yang benar-benar melaksakan taubat dengan sungguh-sungguh. Bulan Ramadhan merupakan kesempatan bagi hamba Allah untuk kembali fitrah.
  1. Memberikan Zakat Fitrah bagi yang mampu
Sehari sebelum bulan Ramadhan berakhir wajib bagi kita umat muslim yang mampu untuk membayar Zakat Fitrah sesuai dengan syarat-syarat yang telah ditentukan. Dengan ijin Allah SWT, dengan mengeluarkan zakat ini kita kembali fitrah.
Demikian 13 tips berpuasa ramadhan ala Rasulullah. Semoga berguna di kehidupan sehari-hari kita dan semakin mendekatkan kita kepada Allah SWT. Amin YRA.

sumber : http://dalamislam.com/puasa/tips-puasa-ramadhan-ala-rasulullah

Shalat Tahajud di Bulan Ramadhan


Memperbanyak ibadah di bulan ramadhan adalah salah satu usaha umat islam untuk mendapatkan lebuh banyak pahala dan berkah dari Allah SWT. Sebagaimana kita ketahui bahwa bulan ramadhan memiliki banyak keistimewaan (baca keistimewaan ramadhan) dan merupakan momen dimana kita bisa memperbaiki ibadah serta akhlak kita. Di bulan ramadhan kita melaksanakan ibadah puasa ramadhan (baca juga puasa ramadhan dan fadhilahnya) dan ibadah lainnya seperti shalat tarawih. Selain itu kita juga dianjurkan untuk melakukan ibadah sunnah lainnya seperti shalat dhuha, membaca Alqur’an, dan berzikir . Shalat tarawih dibulan ramadhan bisa dikategorikan sebagai shalat malam atau qiyamul lail yang bisa dilaksanakan secara berjamaan maupun sendirian (baca hukum shalat tarawih sendirian). Rakaat shalat tarawih pun berbeda, ada yang melakukannya sebanyak 11 rakaat mapun 23 rakaat. Meskipun demikian kita sering bertanya bagaimanakah hukum shalat tahajud di bulan ramadhan? Simak penjelasan berikut.

Pengertian Shalat Tahajud
Shalat tahajud adalah salah satu shalat sunnah yang dikerjakan pada malam hari atau dikenal dengan istilah qiyamul lail. Shalat tahajud memiliki berbagai manfaat dan keutamaan (baca manfaat shalat tahajud dan keutamaan shalat tahajud) namun sayang banyak dari kita yang enggan untuk melaksanakannya karena waktu pelaksanaan shalat tahajud adalah di sepertiga malam, waktu dimana kita sedang terlelap dan biasanya sulit sekali untuk bangun setelah tertidur. Beberapa manfaat shalat tahajud diantaranya :

1. Dijanjikan tempat terpuji di sisi Allah SWT
Orang yang melaksanakan shalat tahajud dijanjikan oleh Allah tempat yang mulia di sisiNya. Hal ini tentunya merupakan harapan semua orang beriman sebagaimana firman Allah dalam surat Al Isra ayat 79 yang berbunyi
وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَىٰ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا
Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji..(QS Al-Isra’: 79)
(QS : Al Isro’ 79).

2. Dikabulkan doanya
Doa-doa yang dipanjatkan setelah melaksanakan shalat tahajud akan senantiasa didengar oleh Allah SWT karena seperti malam terakhir adalah salah satu waktu yang paling mustajab untuk berdoa.
Sebagaimana hadits berikut ini
“Pada tiap malam Tuhan kami Tabaraka wa Ta’ala turun (ke langit dunia) ketika tinggal sepertiga malam yang akhir. Ia berfirman : “Barang siapa yang menyeru-Ku, akan Aku perkenankan seruannya. Barang siapa yang meminta kepada-Ku, Aku perkenankan permintaanya. Dan barang siapa meminta ampunan kepada-Ku, Aku ampuni dia.” (HR Bukhari dan Muslim)

3. Mendekatkan diri pada Allah SWT
Shalat tahajud adalah sarana untuk mendekatkan diri pada Allah SWT. Dengan kedekatan ini, seseorang akan merasa tenang dan terlindungi dari segala hal apapun yang menimpanya. Ia akan senantiasa merasa bahagia dan tercukupi.

4. Imbalannya surga
Seseorang yang rutin dan rajin bangun disepertiga malam dan menunaikan shalat tahajud maka dijanjikan surga baginya sebagaimana hadits berikut ini
“ Hai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam dan berikanlah makanan serta sholat malamlah diwaktu manusia sedang tidur, supaya kamu masuk Sorga dengan selamat.” (HR Tirmidzi)

Perbedaan Shalat Tahajud dan Shalat Tarawih
Shalat tahajud dan shalat tarawih memang sama-sama dikategorikan sebagai shalat malam atau qiyamul lail namun terdapat perbedaan antara keduanya. Perbedaan tersebut terletak pada waktu pelaksanaannya yakni shalat tahajud yang dilaksanakan setelah bangun tidur sementara shalat tarawih bisa dilaksanakan sebelum tidur. Perbedaan yang lainnya yakni shalat tahajud bisa dikerjakan kapan saja sementara shalat tarawih hanya bisa dilaksanakan pada bulan ramadhan.

Shalat Tahajud di Bulan Ramadhan

Setelah mengetahui perbedaan shalat tarawih dan shalat tahajud, maka kita perlu menegtahui bagaimana hukum pelaksanaan shalat tahajud di bulan ramadhan. Memang di bulan ramadhan ini kita bisa melaksanakan lebih banyak pahala termasuk menambah shalat malam. Ulama berpendapat bahwa shalat tahajud tetap boleh dilaksanakan pada bulan ramadhan berdasarkan alasan beriku ini
Sponsors Link

  1. Perintah mengerjakan shalat malam
Shalat malam adalah salah satu ibadah yang dianjurkan untuk dilakukan karena sebagaiamana hadits yang menyebutkan bahwa shalat yang lebih baik setelah shalat fardu adalah shalat malam termasuk shalat tahajud. Adapaun pahala yang dipeopleh dari shalat tarawih dan shalat tahajud adalah seperti shalat semalam suntuk sesuai hadits Rasulullah SAW
إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ
“Sesungguhnya siapa saja yang shalat bersama imam hingga imam itu selesai, maka ia dicatat telah mengerjakan shalat semalam suntuk (semalam penuh).” (HR. Tirmidzi)

2. Rakaat shalat malam tidak terbatas
Sebuah hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh At Tahmid menjelaskan bahwa rakaat shalat malam tidak terbatas
فَلاَ خِلاَفَ بَيْنَ المسْلِمِيْنَ أَنَّ صَلاَةَ اللَّيْلِ لَيْسَ فِيْهَا حَدٌّ مَحْدُوْدٌ وَأَنَّهَا نَافِلَةٌ وَفِعْلٌ خَيْرٌ وَعَمَلٌ بِرٌّ فَمَنْ شَاءَ اِسْتَقَلَّ وَمَنْ شَاءَ اِسْتَكْثَرَ
“Tidak ada khilaf di antara kaum muslimin bahwa shalat malam tidak ada batasan raka’atnya. Shalat malam adalah shalat nafilah (shalat sunnah) dan termasuk amalan kebaikan. Seseorang boleh mengerjakan dengan jumlah raka’at yang sedikit atau pun banyak.”( HR At-Tamhid)
Berdasarkan hadits tersebut dapat kita simpulkan bahwa setelah shalat tarawih kemudian tidur kita bisa melaksanakan shalat lagi yaitu shalat tahajud setelah bangun tidur misalnya sebelum sahur.

3. Menutup shalat malam dengan witir
Shalat tahajud boleh dilaksanakan di bulan ramadhan namun tidak ditutup dengan shalat witir jika pada saat shalat tarawih seseorang sudah menutupnya dengan witir atau jika ingin tetap shalat witir setelah shalat tarawih dibolehkan untuk menggenapkan shalat witir yang dilakukan dengan imam dengan cara menabahnya satu rakaat. Hal ini sesuai hadits yang dituturkan oleh Aisyah RA
كَانَ يُصَلِّى ثَلاَثَ عَشْرَةَ رَكْعَةً يُصَلِّى ثَمَانَ رَكَعَاتٍ ثُمَّ يُوتِرُ ثُمَّ يُصَلِّى رَكْعَتَيْنِ وَهُوَ جَالِسٌ فَإِذَا أَرَادَ أَنْ يَرْكَعَ قَامَ فَرَكَعَ ثُمَّيصَلِّى رَكْعَتَيْنِ بَيْنَ النِّدَاءِ وَالإِقَامَةِ مِنْ صَلاَةِ الصُّبْحِ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa melaksanakan shalat 13 raka’at (dalam semalam). Beliau melaksanakan shalat 8 raka’at kemudian beliau berwitir (dengan 1 raka’at). Kemudian setelah berwitir, beliau melaksanakan shalat dua raka’at sambil duduk. Jika ingin melakukan ruku’, beliau berdiri dari ruku’nya dan beliau membungkukkan badan untuk ruku’. Setelah itu di antara waktu adzan shubuh dan iqomahnya, beliau melakukan shalat dua raka’at.” (HR. Muslim)

dan juga berdasarkan hadits berikut :
صَلاَةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى ، فَإِذَا خَشِىَ أَحَدُكُمُ الصُّبْحَ صَلَّى رَكْعَةً وَاحِدَةً ، تُوتِرُ لَهُ مَا قَدْ صَلَّى
“Shalat malam itu dua raka’at salam, dua raka’at salam. Jika salah seorang di antara kalian takut masuk waktu shubuh, maka kerjakanlah satu raka’at. Dengan itu berarti kalian menutup shalat tadi dengan witir.” (HR. Bukhari)
Berdasarkan dalil-dalil diatas maka dapat disimpulkan bahwa hukum shalat tahajud saat bulan ramadhan adalah dibolehkan atau sah jika sesuai dengan syarat sah shalat tahajud. Kita bisa melaksanakan shalat tahajud sebagai sarana mendekatkan diri pada Allah SWT dan menambah amalan kita dibulan ramadhan.





5 Amalan di Bulan Ramadhan Bagi Wanita Haid

Kehadiran bulan Ramadhan adalah hal yang paling ditunggu-tunggu bagi setiap umat islam yang beriman. Kehadiran bulan Ramadhan bukan saja menjadi ajang untuk mempersiapkan lebaran, melainkan menunggu bulan spesial yang didalamnya Allah lipatgandakan pahala.
Di bulan ini juga setan-setan terbelenggu dan manusia diperintahkan untuk fokus beribadah. Tentu saja ibadah di bulan ini adalah hal spesial karena ada ibadah yang dilaksanakan khusus hanya bulan ramadhan yaitu puasa ramadhan dan shalat tarawih.
Hal ini sebagaimana Allah sampaikan dalam QS Al Baqarah ayat 183, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.”
Selain itu, disampaikan juga oleh Abu Hurairah dari Rasulullah SAW, “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena keimanan dan mengharapkan pahala (dari Allah Subhanahu wa Ta’ala), niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
Akan tetapi, di bulan spesial ini ada satu kondisi di mana wanita tidak bisa melaksanakan shalat dan puasa dikarenakan berhalangan atau mendapatkan haid. Untuk itu diharamkan untuk melaksanakan shalat dan puasa. Dengan kondisi seperti ini, apa yang bisa wanita lakukan agar bulan Ramadhan-nya tetap khusuk dan pahala tetap mengalir?

badah Saat Wanita Haid di Bulan Ramadhan

Ketika wanita muslimah mendapatkan haidh, tentunya diharamkan untuk ia berpuasa atau melaksanakan shalat. Tentu saja bukan berarti saat seorang wanita haid, tidak bisa beribadah atau mendapatkan pahala.
Ada sangat banyak sekali ibadah yang bisa dilakukan karena ibadah d hadapan Allah bukan hanya shalat dan puasa. Berikut adalah ibadah yang bisa dilakukan saat wanita haidh, di bulan Ramadhan.
  1. Membaca Al Quran
Sebagian ulama mengatakan bahwa wanita haid juga tidak boleh membaca Al Quran. Akan tetapi, sebagian yang lain memperbolehkan. Membaca Al-Quran saat haidh, tujuannya adalah bukan hanya sekedar membaca melainkan mentadaburi bacaannya.
Bagi yang meyakini bahwa saat haid tidak boleh membaca Al-Quran, maka bisa menghantinya dengan membaca tafsirnya atau membaca terjemahannya saja. Akan tetapi, jika meyakini bahwa membaca Al-Quran adalah boleh saat haid, maka bisa dilakukan juga membaca artinya dan menghayatinya.
Membaca Al-Quran di bulan Ramadhan akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda dan mengokohkan rukun iman, rukun islam, Iman dalam Islam, Hubungan Akhlak Dengan Iman Islam dan Ihsan, dan Hubungan Akhlak dengan Iman.
  1. Membaca Buku-Buku Agama
Saat haidh, tentu tidak menghalangi kita untuk bisa terus mempelajari agama dan menghayati berbagai macam ilmu islam. Hukum Menuntut Ilmu dalam islam adalah wajib, karena Islam dan Ilmu Pengetahuan sangat berkaitan erat. Termasuk dalam Ilmu Pendidikan Islam.
Membaca buku-buku agama dapat memberikan kesegaran rohani dan pengetahuan tersendiri. Membaca buku-buku agama bisa membantu kita dalam mendapatkan ilmu pengetahuan yang lebih banyak. Biasanya dengan membaca Al-Quran mungkin ada beberapa pemahaman atau tafsir agama yang masih belum menyeluruh kita pahami.
Dengan membaca buku agama, tentu ini membantu kita agar lebih mudah memahami islam. Dalam buku agama, penjelasan yang dijelaskan oleh ulama atau pemuka agama membantu kita untuk instrospeksi diri beserta memudahkan memahami dengan konteks yang kita alami di masa kini.
Baca:
  1. Mengikuti Majelis Taklim/Majelis ilmu
Selain membaca buku agama, mengikuti majelis taklim atau majelis ilmu adalah hal yang bisa membantu membangkitkan semangat ramadhan kita walaupun sedang berhalangan atau mendapatkan masa haidh. Majelis ilmu dan taklim akan mempertemukan kita dengan saudara semuslim dan juga melimpahkan wawasan agama yang mengalir luas.
Kita tidak akan kehilangan semangat dan memontum ramadhan jika kita benar-benar bisa
Dengan begitu, semangat ramadhan tidak akan luntur karena kita dikelilingi oleh orang-orang shaleh, baik, dan senantiasa mendakatkan diri kepada Allah SWT.
Baca:

  1. Berdzikir
Berdzikir juga membantu kita untuk terus dalam semangat islam dan semangat ramadhan. Walaupun tidak boleh melaksanakan shalat wajib, tetapi dzikir dan mengingat Allah sebanyak-banyaknya tentu tidak dilarang. Karena berdzikir adalah hal yang Allah perintahkan setiap saat dan dilakukan kapanpun. Ritual dzikir tentu tidak sama dengan shalat. Untuk itu, dzikir bisa dilakukan saat aktivitas kapanpun. Bahkan sebelum tidur, bangun tidur, saat waktu luang kita melakukan dzikir mengingat Allah dengan bacaan yang sederhana.
Hal ini dikarenakan substansi dari dzikir adalah mengingat Allah dan mengagungkan Allah. Saat kita melihat pemandangan indah sekalipun, kita bisa mengingat Allah dan merasakan kebesarannya.
Baca:
  1. Menyiapkan Berbuka Puasa dan Sahur
“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.”
Saat ramadhan walaupun tidak berpuasa, mencari amalan dan pahala kebaikan bisa kita lakukan apapun. Salah satunya adalah sebagaimana yang disampaikan oleh Rasulullah di atas yaitu dengan memberikan buka puasa bagi yang membutuhkan. Selain itu menyiapkan sahur untuk keluarga dan juga memberikan berbuka puasa pada keluarga bisa merupakan amalan yang baik.
Baca:
  1. Bersedekah
Bersedekah adalah amalan yang baik dan memberikan manfaat banyak pada orang lain. Dengan sedekah tentu juga bisa mengurangi beban dan penderitaan orang lain. Tentu saja kebahagiaan akan muncul dari kita yang suka bersedekah dan berbagi kebaikan. (baca: Keutamaan Sedekah di Bulan Ramadhan)
Tidak ada alasan bagi kita yang tidak berpuasa untuk tidak melakukan amalan. Sedekah dihadapan Allah tidak dinilai dari seberapa besar/kecilnya tapi dari pengorbanan dan keikhlasan kita. Yang baik adalah yang memberikan sesuai dengan kemampuan dan hartanya.
Sedekah orang kecil dengan sedekah orang yang besar tentu jumlahnya bisa berbeda. Tapi nilainya bisa jauh lebih melampaui yang kecil jika memang sudah dioptimalkan potensi hartanya dengan maksimal. Sedangkan sedekah harta yang besar bisa tidak bernilai apalagi jika hanya sekedar seadanya atau tanpa optimalisasi dari harta yang dimilikinya.
  1. Menghindari Ghibah
Walaupun sedang tidak berpuasa ghibah tetap harus dihindari. Ghibah adalah aktivitas yang sering kali dilakukan oleh wanita, sadar ataupun tidak. Untuk itu, harus dihindari agar tidak terjadi kelalaian, keasyikan berghibah hingga lupa ibadah. Jangan sampai aktivtias ghibah membuat kita lalai akan . Tujuan Penciptaan Manusia, Proses Penciptaan Manusia , Hakikat Penciptaan Manusia , Konsep Manusia dalam Islam, dan Hakikat Manusia Menurut Islam sesuai dengan fungsi agama.
Semoga kita dapat melaksanakan amalan di bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya walaupun sebagai wanita ada masa haidh atau masa berhalangan. Tetapi, itu semua tidak boleh menyurutkan langkah dan niat ibadah kita, karena haidh tidak menghalangi kita untuk melaksanakan amalan-amalan islam lainnya. Selamat beramal.

4 Cara Ampuh Menahan Nafsu di Bulan Ramadhan


Bulan ramadhan adalah bulan yang khusus dan Allah berikan sebagai salah bentuk kenikmatan bagi umat manusia. Selain pada bulan ini segala macam pahala dilpatgandakan, Allah pun juga memberikan perintah untuk menahan hawa nafsu selama ramadhan dengan menahan haus, lapar, dahaga, emosi, dan dorongan seksual.

Menahan hawa nafsu memang bukan perkara yang mudah. Rasulullah sendiri pun mengatakan bahwa melawan hawa nafsu adalah jihad paling sulit dibanding melawan musuh atau orang-orang yang ingin menghancurkan islam.
Untuk itu, Allah berikan bulan Ramadhan sebagai bentuk pelatihan agar umat islam bisa melatih mengendalikan diri, mengendalikan hawa nafsunya, dan mengisinya dengan nilai-nilai islam dan ibadah yang intensif.



Pengertian Menahan Nafsu di Bulan Ramadhan
Menahan hawa nafsu di bulan Ramadhan tentunya bukan perkara yang mudah. Banyak yang menyalah artikan hanya sekedar tidak makan dan minum. Akan tetapi dibalik itu semua menahan hawa nafsu saat ramadhan memiliki arti pengelolaan.
Hal ini Allah sampaikan dalam Al-Quran,


“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa),
sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS Al-Baqarah : 185)

Islam tidak melarang umatnya untuk makan dan minum serta memenuhi kebutuhan lainnya. Akan tetapi, semua fitrah tersebut harus dikelola dengan baik dan juga tidak berlebihan. Sering kali manusia menyalahkan arti-nya hingga merasa tersiksa atas perintah Allah SWT.



Berikut adalah penjelasan mengenai menahan hawa nafsu di bulan ramadhan.
  1. Tidak Makan dan Minum
Saat berpuasa umat islam dilarang untuk makan dan minum dari mulai waktu shubuh hingga waktu magrib. Tentu saja Allah tidak memerintahkan manusia untuk tidak makan dan minum sama sekali. Saat proses menahan lapar dan dahaga ini manusia diuji dan dilatih agar terbiasa untuk mengelola dirinya tidak makan dan minum, dan saat berbuka atau sahur tidak makan dan minum berlebihan.
Makanan Halal adalah kebutuhan dasar manusia dan Makanan Haram Menurut Islam tentu bukan sebagai kebutuhan kita. Untuk itu, saat Ramadhan kita dilatih dengan bentuk menahan lapar dan dahaga sehingga jika terbiasa manusia akan terbiasa untuk mengendalikan dirinya termasuk masalah emosi dan nafsu lainnya.
  1. Tidak Berhubungan Suami Istri
Salah satu hal yang membatalkan puasa adalah berhubungan suami istri saat masih berpuasa. Saat malam hari setelah berbuka tentunya hal ini tidak membatalkan. Dengan berpuasa manusia dilatih untuk membiasakan diri menahan dirinya atas dorongan seksual yang muncul sehingga berharap tidak akan muncul perzinahan atau pergaulan bebas.
Walaupun kebutuhan suami istri secara biologis adalah Kewajiban Suami terhadap Istri dalam Islam, Kewajiban Istri Terhadap Suami dalam Islam dan termasuk Cara Membahagiakan Istri Tercinta saat berpuasa kebutuhan tersebut harus dikelola dan tidak boleh diaktuskan.
  1. Tidak Emosi Berlebihan
Di bulan Ramadhan, umat islam dilatih untuk terbiasa menahan emosinya tidak berlebihan. Marah, menangis atau terlalu sedih membuat pahala puasa kita tentu akan berkurang. Untuk itu, emosi berlebihan adalah hal yang dilarang saat berpuasa. Dengan siang dan pagi hari kita terbiasa melatih diri menahan emosi, tentunya akan membuat kita juga melatih diri kita di bulan-bulan selanjutnya.
Untuk bisa mengolah emosi kita juga bisa mengetahui Cara Menenangkan Hati Dalam Islam, Cara Membuat Hati Ikhlas dan Tenang, dan Cara Agar Hati Tenang Dalam Islam agar tidak muncul emosi yang melonjak.
  1. Mengisi dan Mengalihkan Nafsu dengan Ibadah
Saat bulan ramadhan, ibadah-ibadah yang kita laksanakan tentu akan menambah pahala kita bahkan Allah melipatgandakan pahala kita. Untuk itu, segala macam dorongan nafsu dan emosi kita saat bulan Ramadhan tentu akan diganti dan diisi dengan ibadah. Dengan begitu, amalan kita semakin banyak dan menghindarkan dari perbuatan maksiat.


Cara Agar Mampu Mengelola Hawa Nafsu di Bulan Ramadhan

Menahan hawa nafsu tentunya adalah hal yang sulit jika tidak bisa mengelolanya dengan baik. Untuk itu, hawa nafsu bukan hanya sekedar ditahan namun harus dikelola. Hal ini dikarenakan manusia tidak mungkin bisa menghilangkan nafsunya sebagai fitrah yang diberikan oleh Allah SWT.  Berikut adalah tips agar mampu mengelola hawa nafsu di bulan Ramadhan.
  1. Mengisi dengan Aktifitas Produktif
Untuk bisa mengelola hawa nafsu maka salah satu caranya adalah tidak mendekati hal-hal yang bisa membuat kita melakukan hal yang membatalkan puasa tersebut. Untuk itu, kita harus mengisi aktivitas dengan hal-hal yang produktif, tidak berdiam diri, melamun atau pikiran kosong apalagi mendekati hal yang membatalkan puasa atau mengeluarkan hawa nafsu kita.
Dengan melakukan aktifitas produktif kita bisa mengalihkan dorongan hawa nafsu. Apa yang kita pikirkan dan apa yang kita rasakan teralihkan dengan fokus yang beralih.
  1. Berkumpul dengan Orang-Orang Shaleh
Berkumpul dengan orang-orang shaleh adalah hal yang bisa mengondisikan diri kita secara praktis untuk mengalihkan diri dari dorongan hawa nafsu. Dengan berkumpul bersama orang-orang shaleh kita akan berdiskusi, berinteraksi, dan juga melakukan aktifitas yang juga mengandung kebaikan.
Bersama dengan orang shaleh, kita juga bisa meningkatkan Hubungan Akhlak Dengan Iman Islam dan Ihsan, Akhlak Dalam Islam, Hubungan Akhlak dengan Iman, Cara Meningkatkan Akhlak,  dan memahami Tasawuf Akhlaki lewat diskusi yang terjalin bersama.
Berkumpul bersama orang-orang shaleh tentunya membuat kita juga terdorong dan lebih semangat untuk mengisi aktifitas kebaikan. Dengan mereka juga kita akan saling mengingatkan dan saling menjaga dalam nilai-nilai islam. Dengan begitu, kemaksiatan atau hawa nafsu tentunya akan terhalang oleh kebersamaan dengan orang-orang shaleh.
  1. Tidur Lebih Baik dibanding Bermaksiat
Dalam sebuah hadist Rasulullah pernah menyampaikan bahwa ketika bulan Ramadhan tidur seseorang pun bisa mendapatkan pahala kebaikan. Hal ini tentu baik karena menjauhkan dari kemaksiatan. Akan tetapi dibanding tidur tentunya ibadah dan amalan yang produktuf lebih baik.
  1. Membuat Target Selama Bulan Ramadhan
Untuk bisa mengalihkan atau menahan hawa nafsu, maka hendaknya kita membuat target selama bulan ramadhan. Dengan target atau tujuan yang dimiliki kita akan lebih fokus pada hal target tersebut dibanding dengan apa yang kita inginkan atau dorongan hawa nafsu yang hadir.

sumber : http://dalamislam.com/akhlaq/menahan-nafsu-di-bulan-ramadhan






10 Serba Serbi Ramadhan di Seluruh Dunia

 
Umat islam tentunya sangat mengenal bulan ini dan menganggapnya sebagai bulan yang istimewa dan berbeda dengan bulan lainnya. Keistimewaan ramadhan ini tentunya dirasakan oleh seluruh umat islam di dunia. untuk mengetahui apa saja hal-hal yang terjadi di bulan ramadhan dan membuatnya berbeda dengan bulan lainnya. Berikut adalah serba serbi ramadhan :

1. Bulan puasa ramadhan
Bulan ramadhan juga disebut sebagai bulan puasa karena dibulan ini umat islam melaksanakan ibadah puasa. Puasa ramadhan (baca juga puasa ramadhan dan fadhilahnya) tidak seperti puasa lain yang sunnah,  puasa ramadhan wajib hukumnya bagi umat islam yang sudah memenuhi syarat wajib puasa diantaranya islam, baligh, berakal sehat dan mumayyiz.
Dalam melaksanakan puasa ramadhan umat islam juga harus memenuhi syarat sah puasa dan rukun puasa ramadhan yang mengaharuskan menahan diri dari makan, minum dan hal-hal lain lain yang dapat membatalkan puasa. meskipun demikian ada beberapa perkara yang memperbolehkan seseorang meninggalkan ibadah puasa namun ia wajib mengganti atau mengqadha puasa tersebut dikemudian hari setelah bulan ramadhan (baca niat puasa ganti ramadhan) . Kewajiban berpuasa itu sendiri terdapat dalam Alqur’an surat Albaqarah ayat 183 yang berbunyi
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183)

2. Shalat tarawih
Tidak seperti malam-malam bulan lainnya, hanya dibulan ramadhan masyarakat terutama umat muslim melaksanakan shalat sunnah berjamaah di masjid yang disebut dengan shalat tarawih. Shalat tarawih hukumnya sunnah dan dapat dikerjakan secara berjamaah di masjid ataupun sendirian di rumah (baca hukum shalat tarawih sendirian dan berjamaah) .
Shalat tarawih biasanya dikerjakan sebanyak sebelas rakaat walaupun ada juga yang melaksanakannya dengan dua puluh tiga rakaat. Shalat tarawih seperti shalat malam lainnya selalu diakhiri dengan witir. Adapun keutamaan shalat tarawih sangatlah besar dan salah satunya adalah mendapat pahala seperti shalat semalam penuh (baca manfaat shalat tarawih).

3. Makan sahur
Pada bulan ramadhan uamt islam melaksanakan puasa sebulan penuh dan tentunya agar puasa tersebut lancar dan memenuhi sunnah Rasulullah, kita disarankan untuk makan sahur. Sahur adalah aktifitas makan yang dilakukan sebelum matahari terbit sebelum jatuhnya waktu imsak atau shalat subuh. Adapun menurut Rasulullah kita hendaknya mengakhirkan makan sahur agar lebih kuat berpuasa. Makan sahir juga merupakan pembeda antara puasa umat islam dengan puasa umat agama lainnya
“Bersahurlah kalian karena sesungguhnya pada sahur itu ada berkah.”

4. Berbuka puasa
Selain makan sahur, dibulan inilah umat islam merasakan kegembiraan terutama saat tiba waktu berbuka puasa. biasanya umat islam akan berbuka puasa bersama dengan keluarga, teman atau kerabatnya. Hal inilah yang juga membuat suasana ramadhan semakin meriah. Sesuai dengan sunnah Rasulullah kita hendaknya mempercepat berbuka puasa saat waktu buka puasa sudah tiba. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits berikut
“Terus-menerus manusia berada di dalam kebaikan selama mereka mempercepat berbuka puasa.”
waktu berbuka puasa juga merupakan waktu yang tepat untuk berdoa karena pada saat berbuka puasa Allah akan mngabulkan doa umatnya, jadi jangan lupa untuk memperbanyak berdoa saat tiba waktu berbuka puasa (baca doa puasa ramadhan).

5. Bulan Alqur’an
Dibulan ini biasanya umat islam akan semakin rajin membaca Alqur’an karena selain mendapatkan pahala yang berlimpah, bulan ramadhan juga dikenal sebagai bulan turunnya Alqur’an.
“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak misk.”

Ayat Alqur’an yang pertama kali diturunkan yakni surat Al Alaq ayat 1-5 diturunkan pada malam ke tujuh belas dalam ramadhan dan kita umat islam mengenalnya dengan istilah Nuzulul Qur’an. Di Indonesia atau negara lain biasanya masyarakat akan memperingatinya dengan berbagai macam acara termasuk di sekolah-sekolah yang bertujuan agar anak-anak semakin mengenal dan mencintai Alqur’an.

6. Lailatul qadr
Malam lailatul qadr atau yang dikenal sebagai malam seribu bulan jatuh dibulan ramadhan dan pada malam ini apabila sesorang memperbanyak ibadah dan beriti’kaf atau berdiam diri dalam masjid maka ia akan memperoleh kebaikan yang sama dari kebaikan malam seribu bulan. Adapun para ulama berpendapat bahwa malam ini jatuh pada malam ganjil di sepuluh malam terakhir bulan ramadhan (baca tanda-tanda lailatul qadr) sebagaimana yang disebutkan dalam hadits berikut ini
Dari Hadis ‘Aisyah radiyallahu anhu, ia berkata: Biasa Rasululah I’tikaf pada malam-malam 10 terakhir Ramadhan dan bersabda: Carilah malam lailatul qadar pada malam-l terakhir Ramadhan (HR. Aisyah RA)

7. Bulan Zakat
Tidak hanya berpuasa dan melaksanakan shalat tarawih saja, di bulan ramadhan umat islam wajib membayar zakat sebelum datangnya idul fitri. Zakat yang dilaksanakan pada bulan ramadhan disebut dengan zakat fitrah. Masing-masing individu wajib mengeluarkan zakatnya untuk diserahkan kepada orang yang berhak menerima zakat atau yang disebut dengan istilah mustahiq. Adapun nilai zakat yang wajib dikeluarkan adalah sebanyak 3.5 liter atau 2,7 kilogram makanan pokok seperti beras, gandung, kurma dan sebagainya. (baca zakat dalam islam dan penerima zakat dalam islam )

8. Banyaknya acara keagamaan
Di bulan ramadhan ini masyarakat biasanya akan tertarik dengan acara-acara keagamaan. Tidak hanya dilingkungan sekitar namun hal ini juga dijumpai dibeberapa media massa termasuk televisi. Di bulan ini biasanya stasiun televisi akan menayangkan tayangan – tayangan atau acara religi yang dimaksudkan untuk menarik penonton dan memperbanyak syiar islam selama bulan ramadhan. Tidak hanya di televisi saja, lingkungan sekitar biasanya juga akan mengadakan acara pengajian, buka bersama dan lainnya untuk menghormati bulan ramadhan

9. Berkurangnya beban kerja
Biasanya dibulan ramadhan, masyarakat mengadakan sedikit perubahan termasuk jam kerja dan beban kerja. Karena pada bulan ramadhan umat islam harus bangun sahur dan melaksanakan ibadah lain jam masuk kerja biasanya akan sedikit mundur dan karena tidak adanya jam makan siang maka jam kerja pun semakin cepat,
sehingga umat islam bisa lekas pulang ke rumah dan berbuka puasa bersama keluarganya (baca tips puasa sambil bekerja). Tidak hanya bagi yang bekerja saja, biasanya sekolah pun akan menerapkan hal yang sama dengan mengurangi jam belajar siswa dan memperbanyak kegiatan keagaamaan.

10. Ngabuburit
Istilah ngabuburit sebenarnya berarti menungggu saat berbuka. Istilah ini biasanya dikenal dan dilakukan oleh para remaja. Mereka terutama para pemuda biasanya berjalan-jalan di luar atau berkumpul dengan sesamanya untuk menunggu waktu berbuka. Memang kegiatan ngabuburit tidak ada salahnya, namun alangkah baiknya jika seseorang menunggu waktu berbuka dengan melakukan hal-hal yang bermanfaat misalnya dengan memperbanyak ibadah seperti membaca Alqur’an atau menyiapkan hidangan berbuka.
Banyak serba serbi yang dapat kita temui dibulan ramadhan dan beberapa diantaranya telah disebutkan dalam uraian diatas. Semoga bulan ramadhan senantiasa membawa kita menuju kebaikan dan sebagai umat muslim kita dapat meraih keutamaannya.

sumber : http://dalamislam.com/info-islami/serba-serbi-ramadhan

5 Keutamaan Membaca Al-Qur'an di Bulan Ramadhan


Sebagai muslim membaca Al-Quran adalah sebagai kewajiban dan kebutuhan. Fungsi Al-quran Bagi Umat Manusia  yang berisi berbagai solusi dan petunjuk kehidupan manusia tentunya bukan hanya menjadi hal yang dibaca secara tekstual, melainkan dibaca untuk dipahami dan diaplikasikan dalam kehidupan manusia. Akan tetapi hal ini sering kali terlewat.

Isi Al-Quran yang menyangkut kehidupan manusia misalnya saja seperti masalah ekonomi, hukum, pendidikan, keluarga, pasangan, ilmu pengetahuan alam, tentang akhirat, dan lain sebagainya. Isi tersebut mengandung  Untuk itu, muslim yang membaca Al-Quran akan menemukan khazanah islam yang sangat mendalam dan tentu akan semakin mendalami ilmu-ilmu Allah lainnya yang ada di alam semesta.

Kewajiban membaca Al-Quran bukan hanya berhenti di satu waktu. Setiap saat dan setiap hari tentunya kita diperintahkan Allah untuk membacanya dan menjadikannya pedoman. Tetapi, membaca Al-Quran di bulan Ramadhan tentu memiliki keutamaan tersendiri. Membaca Al-Quran di Bulan Ramadhan memiliki keutamaan dan kekhasan sendiri bagi seorang muslim.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat berbeda dan Allah spesialkan untuk ummat islam. Di bulan Ramadhan segala amalan menjadi berkali lipat pahalanya termasuk banyak hikmah yang bisa diambil sekaligus menjalankan ibadah puasa.
Akan tetapi, membaca disini tidak hanya sekedar membaca teks nya saja melainkan membaca dan mentadaburi artinya bagi kehidupan kita. Dari situ kita akan mendapatkan banyak hikmah dan ilmu yang luas dari Al-Quran. Berikut adalah 5 keutamaan yang bisa didapatkan seorang muslim jika mereka membaca Al-Quran di bulan Ramadhan.

1. Mendapatkan Pahala Berkali Lipat

“Pada malam pertama bulan Ramadhan syetan-syetan dan jin-jin yang jahat dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satupun pintu yang terbuka dan pintu-pintu surga dibuka, tidak ada satu pun pintu yang tertutup, serta seorang penyeru menyeru: “Wahai yang mengharapkan kebaikan bersegeralah (kepada ketaatan), wahai yang mengharapkan keburukan/maksiat berhentilah”. Allah memiliki hamba-hamba yang selamat dari api neraka pada setiap malam di bulan Ramadhan”. (Al Hadist)
Dalam hadist di atas menyebutkan bahwa saat bulan Ramadhan, pahala kita akan dilipatgandakan. Maka itu termasuk ketika membaca Al-Quran maka kita pun akan mendapatkan berkali lipat pahala selama niatnya adalah lurus karena ingin beribadah dan memahami Al-Quran secara benar.
Di bulan ini Allah memberikan ganjaran lebih sebagai motivasi umat islam, tentu saja dengan harapan bahwa kita tidak akan meninggalkan kebiasaan tersebut ketika telah selesai bulan Ramadhan. Untuk itu, yang terpenting bukan hanya pada saat Ramadhan membacanya secara rutin, melainkan bagaimana konsistensi dan menjadi kebiasaan yang baik seusai Ramadhan.

2. Menjauhi dari Godaan Syetan

Ketika membaca Al-Quran, maka kita akan terfokus pada apa yang kita baca. Untuk itu, kebiasaan membaca Al-Quran tidak disenangi syetan karena dengan hal itu ia sulit untuk menggoda dan membisikkan hal-hal buruk pada manusia. Membaca Al-Quran juga menjauhkan kita untuk berbuat maksiat sebagaimana disukai oleh syetan.
Syetan tentu membenci mereka yang membaca Al-Quran karena dengannya kita semakin kuat terhadap fungsi iman kepada Allah SWT dan manfaat beriman kepada Allah SWT. Selain itu muncul juga dalam diri kita sebagaimana keutamaan cinta kepada Rasulullah, dan menjalankan apa yang ada dalam fungsi Al-Quran bagi umat manusia. Seytan tentu tidak suka dengan orang-orang seperti itu.
Orang yang tidak banyak beribadah, mengingat Allah, serta melakukan amalan shaleh maka akan lebih berpeluang digoda oleh syetan. Hal ini dikarenakan dalam hati dan pikirannya kosong tidak menentu, untuk itu mudah untuk dikelabui, didorong, dan dikendalikan oleh hawa nafsu.

3. Menjadikan Waktu Lebih Produktif

Membaca Al-Quran membuat kita juga lebih produktif. Produktif dalam hal ini tentu sangat baik di bulan Ramadhan. Walaupun fisik kita diuji dan dicoba dengan tidak makan dan minum, tentunya kelelahan dan bosan akan datang. Tetapi, waktu ini akan lebih produktif jika kita gunakan dengan hal-hal bermanfaat termasuk membaca Al-Quran.
Untuk itu, jangan sampai produktifitas tidak bisa dapatkan hanya gara-gara lemas dan malas dalam beribadah di bulan Ramadhan. Ruginya diri kita, karena Ramadhan hanya datang satu kali dalam satu tahun dan belum tentu menemuinya lagi saat tahun depan. Maka itu, produktiflah dalam beraktifitas. Dengan membaca Al-Quran kita akan produktif, bukan hanya mendapatkan pahala tetapi, mendapatkan ilmu, hikmah, dan ketenangan hati kita.
Salah satu untuk bisa produktif di bulan Ramadhan lainnya adalah melaksanakan amalan sunnah. Amalan sunnah contohnya adalah menjalankan dan membiasakan Tidur dalam islam ,Sunnah Rasul Malam Jumat cara makan Rasulullah , cara mandi dalam Islam , macam -macam shalat sunnah , adab ziarah kubur , dsb.

4. Mendekatkan Diri Pada Al-Quran dan Islam

Membaca Al-Quran di bulan Ramadhan juga dapat menambah kita semakin mendekatkan diri kepada Al-Quran dan Islam. Kesempatan mendekatkan diri ini tentu saja tidak selalu kita dapatkan saat hari-hari biasa. Membaca Al-Quran di bulan Ramadhan didorong juga dari pahala Allah yang dilipatgandakan, suasana umat islam yang tinggi anemonya, dan pengondisian lingkungan yang semakin islami.
Dengan membaca Al-Quran di bulan Ramadhan tentunya kita akan lebih mengenal Allah, Islam, dan segala seluk beluk perintahnya. Walaupun masih banyak yang salah mengenai abcaan atau tajwid dalam Al-Quran tentu tidak perlu menjadikan kita patah semangat karena membaca Al-Quran bukanlah suatu hasil melainkan proses. Yang terpenting ada niat baik dari kita untuk menjadi muslim yang kaffah dengan membacanya secara rutin.

5. Membangun Pikiran Positif

Di dalam Al-Quran berisi berbagai ilmu dan juga hikmah yang positif. Dengan membacanya, tentu saja hal ini juga akan mempengaruhi pikiran kita menjadi lebih positif terutama di bulan Ramadhan. Walaupun diuji dengan lemasnya fisik, tentu pikiran kita akan baik karena dipengaruhi oleh hikmah dan ilmu positif tersebut. Untuk itu, tidak rugi jika kita membaca Al-Quran sebaik-baiknya.
Selaini itu, dengan membaca Al-Quran di bulan Ramadhan kita menjadi terkondisikan dan akan lebih sering memikirkan sesuatu berdasarkan dalil agama, bukan hawa nafsu atau dorongan negatif kita. Dengan begitu, Ramadhan akan lebih indah dan bermakna.
Semoga, bulan Ramadhan yang dijalani nantinya akan menjadi lebih baik terus menerus dari Ramadhan sebelumnya dan menjadi Ramadhan yang terbaik. Untuk bisa menjadi Ramadhan terbaik, maka salah satunya membaca Al-Quran harus menjadi kebiasaan dan konsisten di lakukan dalam diri kita.


sumber : http://dalamislam.com/akhlaq/amalan-shaleh/keutamaan-membaca-alquran-di-bulan-ramadhan




15 Keistimewaan Malam Lailatul Qadar

Kedatangan bulan ramadhan tentunya selalu ditunggu-tunggu oleh umat islam. Sebab bulan ramadhan begitu sangat mulia. Bahkan di dalam bulan ramadhan terdapat satu malam penuh keberkahan yakni malam lailatul qadar. Malam ini sering disebut sebagai malam seribu bulan. Kedatangan malam lailatul qadar sendiri tidak ada seorang pun yang dapat mengetahuinya. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam hanya memberikan tanda bahwa lailatul qadar tersebut hadir pada sepuluh malam terakhir, tepatnya di malam-malam ganjil. Sebagaima sabdanya: Carilah malam malam Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil pada sepuluh malam terakhir.”  

Nah, dibawah ini beberapa keutamaan malam lailatul qadar bagi umat muslim:
  1. Malam yang mulia
Allah Ta’ala berfirman: Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (al-Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar” (QS. Al-Qadr: 1-5).
Dari ayat di atas, Allah SWT telah menjelaskan bahwa malam lailatul qadar adalah malam kemuliaan. Sesuatu mulia berarti sangatlah baik dan tentulah harus dikejar. Maka itu, umat islam disarankan memperbanyak ibadah di malam-malam terakhir pada bulan ramadhan.
  1. Malam diturunkannya Al-Quran
Allah Ta’ala berfirman: “Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Quran…” (QS. Al-Baqarah: 185)
Salah satu sebab mengapa bulan ramadhan begitu istimewa yakni karena di bulan tersebut Al-Quran Al-Karim pertama kali diturunkan oleh Allah SWT melalui perantara nabi Muhammad Saw. Dan Al-Quran ini diturunkan pada malam lailatul qadar, sebagaimana dijelaskan dalam surat Al-Qasr ayat 1: Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (al-Quran) pada malam kemuliaan (Al Qadr:1)
  1. Malam yang lebih utama dari seribu bulan
Allah Ta’ala berfirman: “Tahukah kamu apa itu lailatul qadar? Lailatul qadar lebih baik daripada seribu bulan.” (Q.s. Al-Qadar:2–3)
Mayoritas ulama berpendapat bahwa melakukan ibadah dan amalan di malam lailatul qadar pahalanya sangatlah besar. Nilai pahalanya lebih dari orang dari yang beribadah selama seribu bulan atau setara dengan 80 tahun. Sungguh sangat sayang bila dilewatkan begitu saja, bukan?
  1. Malam penuh keberkahan
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ أَمْرًا مِنْ عِنْدِنَا إِنَّا كُنَّا مُرْسِلِين
“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami.  Sesungguhnya Kami adalah Yang mengutus rasul-rasul.” (QS. Al-Dukhan: 3-5)
Disebut sebagai malam penuh keberkahan karena pada saat lailatul qadar, para malaikat di utus oleh Allah SWT untuk turun ke bumi dan membagi-bagikan rahmat serta keberkahan bagi manusia yang beribadah dengan sungguh-sungguh di malam itu.
Baca juga:
  1. Malam ditetapkannya takdir satu tahun kedepan
Allah Ta’ala berfirman: “Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah” (QS. Ad Dukhan: 4).
Dari ayat diatas, sebagian besar para ulama (seperti ibnu Umar, Abu Malik, Mujahid dan masih banyak lainnya) menerangkan bahwa pada malam lailatul qadar akan dicatat takdir manusia untuk satu tahun kedepan. Menurut Syaikh Abdurrazaq Al-Badr Hafidzahullah, takdir yang dimaksud disini yaitu takdir sanawiy, yakni takdir yang bersifat tahunan dan takdir tersebut tentunya ditulis dengan seizin Allah SWT. Apabila seseorang memperbanyak ibadah di malam tersebut, maka ia akan memperoleh catatan takdir baik untuk setahun kedepan hidupnya.

  1. Malam penuh kesejahteraan
Allah Ta’ala berfirman: “Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadar: 5)
Lailatur qadar adalah malam yang sangatlah indah bagi umat muslim. Pada malam  itu, manusia tidak hanya diliputi keberkahan tapi juga kesejahteraan. Seseroang yang memperbanyak ibadah dan amalan-amalan di malam tersebut akan memperoleh kedamaian hati. Ia akan dibebaskan dari kerusakan, bahkan tidak ada syaitan yang mampu menggodanya.
  1. Malam penuh ampunan
Disampaikan oleh Abu Hurairah, dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa menegakkan shalat pada malam Lailatul Qadr atas dorongan iman dan mengharap balasan (dari Allah), diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu.” (H.R Al Bukhari, An Nasa’i, dan Ahmad)
Sayang sekali orang-orang yang tidak memanfaatkan malam lailatul qadar untuk beribadah kepada Allah SWT. Sebab di malam tersebut Allah SWT membukakan pintu ampunan dengan lebar. Seseorang yang bertaubat dan berdoa maka dosa-dosa di masa lalu akan diampuni oleh Allah SWT.
  1. Malaikat-malaikat turun ke bumi
Allah Ta’ala berfirman:
تَنَزَّلُ المَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ
“Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.” (QS. Al- Qadar ayat 4)
Kapan lagi Allah SWT menurunkan para malaikatnya berbondong-berbondong turun ke bumi? Ya, di malam lailatul qadar malaikat Jibril dan malaikat lainya turun ke bumi membawa rahmat, keberkahan, serta kesejahteraan. Maka itu, perbanyaklah membaca doa di malam-malam ganjil sepuluh hari terakhir ramadhan. Sungguh, betapa beruntungnya orang yang memperoleh keberkahan di malam tersebut.
Baca juga:
  1. Pintu langit dibuka
“Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang diberkahi, Allah Ta’ala wajibkan kalian untuk berpuasa padanya, dibukakan padanya pintu-pintu langit, ditutup pintu-pintu neraka Jahim, dan dibelenggu setan-setan yang membangkang. Pada bulan tersebut, Allah memiliki satu malam yang lebih baik dari seribu bulan (seseorang beribadah selama itu). Barangsiapa terhalang dari kebaikannya, sungguh ia orang yang terhalang (dari seluruh kebaikan)” (HR. An-Nasai)
Sponsors Link

Di bulan ramadhan, termasuk pada malam lailatul qadar Allah SWT akan membukakan pintu-pintu langit. Para malaikat juga akan turun bumi. Sebab itu, kita bersungguh-sungguh dalam meningkatkan amal ibadah dan memperoleh keutamaan lailatul qadar.
  1. Pintu neraka ditutup
“Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang diberkahi, Allah Ta’ala wajibkan kalian untuk berpuasa padanya, dibukakan padanya pintu-pintu langit, ditutup pintu-pintu neraka Jahim…” (HR. An-Nasai)
Keistimewaan lain dari bulan ramadhan yang didalamnya ada malam lailatul qadar yakni ditutupnya pintu neraka. Malam tersebut hanya dipenuhi kebaikan-kebaikan. Umat islam yang menjalankan ibadah ikhlas karena Allah SWT akan disejukkan hatinya dan dipenuhi keberkahan. (Baca juga: Dosa besar dalam islam)
  1. Setan dibelenggu
 “Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang diberkahi, Allah Ta’ala wajibkan kalian untuk berpuasa padanya, dibukakan padanya pintu-pintu langit, ditutup pintu-pintu neraka Jahim, dan dibelenggu setan-setan yang membangkang..” (HR. An-Nasai)
Selain tertutupnya pintu neraka, di bulan penuh rahmat tersebut Allah SWT juga membelenggu para syaitan. Namun demikian, manusia juga masih bisa berbuat salah disebabkan oleh nafsunya sendiri.
  1. Malam penuh kebaikan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ هَذَا الشَّهْرَ قَدْ حَضَرَكُمْ وَفِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، مَنْ حُرِمَهَا فَقَدْ حُرِمَ الْخَيْرَ كُلَّهُ، وَلَا يُحْرَمُ خَيْرَهَا إِلَّا مَحْرُومٌ
“Sesungguhnya bulan Ramadhan ini telah menghampiri kalian. Dan di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang terhalang dari menjumpainya, maka sungguh dia telah terhalang dari seluruh kebaikan. Dan tidaklah terhalang dari menjumpainya kecuali orang-orang yang merugi.” (HR Ibnu Majah)
ads
Dari hadist diatas, rasulullah Saw menunjukkan betapa berartinya malam lailatul qadar. Sebab pada malam tersebut seluruh kebaikan diperuntukan bagi orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam beribadah. Sedangkan mereka yang menghiraukan malam tersebut menjadi orang-orang yang merugi karena tidak mendapatkan apa-apa.
Baca juga:
  1. Meningkatkan iman dan taqwa
Bulan ramadhan, khusunya malam lailatul qadar juga bisa menjadi peningkat iman dan taqwa seseorang. Apabila ia sanggup menghabiskan waktu di malam tersebut dengan memperbanyak berdoa, dzikir, membaca Al-quran, solat dan mengerjakan kebaikan-kebaikan lain maka secara otomatis kadar keimanan orang tersebut tentu akan bertambah. Berbeda dari orang yang hanya bermalas-malasan, hidupnya tidak akan berubah dan ia sulit mendapatkan hidayah.
  1. Penenang hati
Sebagaimana yang telah dijelaskan di poin-poin sebelumnya bahwa di malam lailatul qadar segala kebaikan diturunkan dari langit. Malaikat turun membawa rahmat dan keberkahan, Allah SWT membuka pintu ampunan, neraka ditutup dan syaitan dibelenggu. Maka pada saat tersebut, hati orang-orang yang beriman akan menjadi tenang dan damai. Mereka bisa merasakan betapa manisnya iman dan betapa indahnya mendekatkan diri kepada Sang Maha Kuasa, Rabb semesta alam.


  1. Pahala dilipat gandakan
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Bukhar-Muslim)

Hadist diatas menjelaskan bahwa segala amalan yang dikerjakan pada bulan ramadhan akan dilipat gandakan, bahkan hingga tujuh ratus kali lipat. Baik itu solat sunnah, membaca Al-quran dan perbuatan-perbuatan kebaikan lainnya. Kecuali puasa akan dibalas sendiri oleh Allah SWT.

sumber : http://dalamislam.com/info-islami/keutamaan-malam-lailatul-qadar



Setiap muslim pasti menginginkan malam penuh kemuliaan, Lailatul Qadar. Malam ini hanya dijumpai setahun sekali. Orang yang beribadah sepanjang tahun tentu lebih mudah mendapatkan kemuliaan malam tersebut karena ibadahnya rutin dibanding dengan orang yang beribadah jarang-jarang.

Sumber : https://rumaysho.com/2729-7-keistimewaan-lailatul-qadar.html
Setiap muslim pasti menginginkan malam penuh kemuliaan, Lailatul Qadar. Malam ini hanya dijumpai setahun sekali. Orang yang beribadah sepanjang tahun tentu lebih mudah mendapatkan kemuliaan malam tersebut karena ibadahnya rutin dibanding dengan orang yang beribadah jarang-jarang.

Sumber : https://rumaysho.com/2729-7-keistimewaan-lailatul-qadar.html
Setiap muslim pasti menginginkan malam penuh kemuliaan, Lailatul Qadar. Malam ini hanya dijumpai setahun sekali. Orang yang beribadah sepanjang tahun tentu lebih mudah mendapatkan kemuliaan malam tersebut karena ibadahnya rutin dibanding dengan orang yang beribadah jarang-jarang.

Sumber : https://rumaysho.com/2729-7-keistimewaan-lailatul-qadar.html
Setiap muslim pasti menginginkan malam penuh kemuliaan, Lailatul Qadar. Malam ini hanya dijumpai setahun sekali. Orang yang beribadah sepanjang tahun tentu lebih mudah mendapatkan kemuliaan malam tersebut karena ibadahnya rutin dibanding dengan orang yang beribadah jarang-jarang.

Sumber : https://rumaysho.com/2729-7-keistimewaan-lailatul-qadar.html
Setiap muslim pasti menginginkan malam penuh kemuliaan, Lailatul Qadar. Malam ini hanya dijumpai setahun sekali. Orang yang beribadah sepanjang tahun tentu lebih mudah mendapatkan kemuliaan malam tersebut karena ibadahnya rutin dibanding dengan orang yang beribadah jarang-jarang.

Sumber : https://rumaysho.com/2729-7-keistimewaan-lailatul-qadar.
Setiap muslim pasti menginginkan malam penuh kemuliaan, Lailatul Qadar. Malam ini hanya dijumpai setahun sekali. Orang yang beribadah sepanjang tahun tentu lebih mudah mendapatkan kemuliaan malam tersebut karena ibadahnya rutin dibanding dengan orang yang beribadah jarang-jarang.

Sumber : https://rumaysho.com/2729-7-keistimewaan-lailatul-qadar.html
Setiap muslim pasti menginginkan malam penuh kemuliaan, Lailatul Qadar. Malam ini hanya dijumpai setahun sekali. Orang yang beribadah sepanjang tahun tentu lebih mudah mendapatkan kemuliaan malam tersebut karena ibadahnya rutin dibanding dengan orang yang beribadah jarang-jarang.

Sumber : https://rumaysho.com/2729-7-keistimewaan-lailatul-qadar.html
Setiap muslim pasti menginginkan malam penuh kemuliaan, Lailatul Qadar. Malam ini hanya dijumpai setahun sekali. Orang yang beribadah sepanjang tahun tentu lebih mudah mendapatkan kemuliaan malam tersebut karena ibadahnya rutin dibanding dengan orang yang beribadah jarang-jarang.

Sumber : https://rumaysho.com/2729-7-keistimewaan-lailatul-qadar.html
Setiap muslim pasti menginginkan malam penuh kemuliaan, Lailatul Qadar. Malam ini hanya dijumpai setahun sekali. Orang yang beribadah sepanjang tahun tentu lebih mudah mendapatkan kemuliaan malam tersebut karena ibadahnya rutin dibanding dengan orang yang beribadah jarang-jarang.

Sumber : https://rumaysho.com/2729-7-keistimewaan-lailatul-qadar.html
Setiap muslim pasti menginginkan malam penuh kemuliaan, Lailatul Qadar. Malam ini hanya dijumpai setahun sekali. Orang yang beribadah sepanjang tahun tentu lebih mudah mendapatkan kemuliaan malam tersebut karena ibadahnya rutin dibanding dengan orang yang beribadah jarang-jarang.

Sumber : https://rumaysho.com/2729-7-keistimewaan-lailatul-qadar.html
Setiap muslim pasti menginginkan malam penuh kemuliaan, Lailatul Qadar. Malam ini hanya dijumpai setahun sekali. Orang yang beribadah sepanjang tahun tentu lebih mudah mendapatkan kemuliaan malam tersebut karena ibadahnya rutin dibanding dengan orang yang beribadah jarang-jarang.

Sumber : https://rumaysho.com/2729-7-keistimewaan-lailatul-qadar.html

10 Amalan Ibadah di Bulan Ramadhan sesuai Sunnah Rasul SAW

Bulan suci ramadhan bagi umat islam adalah bulan yang spesial dari bulan-bulan yang lainnya. Bulan yang penuh berkah, suci, dan penuh ampunan. Di bulan yang suci ini segala amal ibadah kita akan dilipat gandakan pahalanya oleh Allah SWT begitupun sebaliknya. Dibulan ini juga merupakan ladang bagi kita (umat muslim) untuk mencari pahala dan ridha Allah sebanyak-banyaknya.
Maka dari itu, merupakan hal yang sia-sia jika pada kesempatan bulan Ramadhan ini kita tidak berlomba-lomba mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya. Umur seseorang hanya Allah SWT yang mengetahuinya, selagi kita masih bertemu bulan Ramadhan bulan seribu bulan ini, sangat beruntung bagi umat muslim yang mau menjalankan sunah-sunah demi mengejar pahala.
Nabi besar kita, Muhammad SAW telah mencontohkan kepada umat amalan sunah-sunah yang dapat dilakukan pada bulan suci Ramadhan. Jadi apalagi yang kita tunggu? Berikut ini beberapa sunah ibadah sesuai sunnah Rasul SAW.

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” [QS. Al-Baqarah (2): 183]
Berikut ini adalah amalan-amalan yang dianjurkan selama bulan puasa ramadhan sesuai sunnah rasul saw:

        Menyegerakan Berbuka Puasa
Apabila telah datang waktu berbuka puasa, hendaklah menyegerakan berbuka, karena didalamnya terdapat banyak kebaikan. Rosulullah SAW bersabda :
لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوْا الْفِطْرَ – رواه الشيخان
“Manusia akan sentiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
  
Melaksanakan Makan Sahur
تَسَحَّرُوْا فَإِنَّ فِى السَّحُرِ بَرَكَةٌ – الشيخان –
“Makan sahurlah karena sesungguhnya pada sahur itu terdapat berkah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Membaca Al-Qur’an (Tilawah)
Ayat Al-Qur’an diturunkan pertamakali pada bulan Ramadhan. Maka tak heran jika Rasulullah SAW sering dan lebih banyak membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan dibandingkan di bulan-bulan lain.
Imam Az-Zuhri berkata, “Apabila datang Ramadhan, maka kegiatan utama kita selain berpuasa adalah membaca Al-Qur’an.” Bacalah dengan tajwid yang baik dan tadabburi, pahami, dan amalkan isinya. Insya Allah, kita akan menjadi insan yang berkah.
Buatlah target untuk diri anda sendiri. Jika di bulan-bulan lain kita khatam membaca Al-Qur’an dalam sebulan, maka misalnya di bulan Ramadhan kita bisa memasang target dua kali khatam. Lebih baik lagi jika ditambah dengan menghafal satu juz atau surat tertentu. Hal ini bisa juga dijadikan program unggulan bersama keluarga.

Memberikan Makanan Berbuka Puasa (Ith’amu ath-tha’am)
مَنْ فَطَرَ صَائِمًا فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ وَلَا يَنْقُصُ مِنْ اَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئٌ – صحيح النسائى و الترمذى
“Barang siapa yang memberikan makanan berbuka kepada orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa itu” (Shohih Nasa’i dan Tirmidzi)
Amal ibadah mulia ini dapat Anda manfaatkan bersama tetangga atau anak-anak yatim yang bermukim disekitar rumah Anda. Memberikan makanan ini hanya satu contoh yang dapat kita terapkan dalam hal berbagi rezki kepada sesama umat. Hal ini juga perlu dibiasakan, agar setelah selesai bulan Ramadhan, hal ini tidak punah begitu saja.

Berdakwah
Jangan sia-siakan momen Ramadhan kali ini. Sepanjang bulan Ramadhan kita punya kesempatan berdakwah karena pastinya suasana Ramadhan sudah sangat terasa dimana-mana dan tiap orang siap menerima nasihat.
وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُون
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar ; merekalah orang-orang yang beruntung” (TQS. Al-Imran[3] : 104)
Namun pastikan jika Anda memberi nasihat haruslah ada dalilnya. Sesuai dengan sabda Rasulullah saw: “Barangsiapa menunjuki kebaikan, baginya pahala sebagaimana orang yang mengamalkannya tanpa mengurangi pahala orang yang mengamalkannya sedikitpun.”

Shalat Tawawih (Qiyamul Ramadhan)
Ibadah sunnah yang khas di bulan Ramadhan adalah shalat tarawih (qiyamul ramadhan). Dan yang paling penting diingat ialah shalat tarawain dapat dilakukan dirumah sekalipun.
Rasulullah saw pernah merasa khawatir karena takut shalat tarawih dianggap menjadi shalat wajib karena semakin hari semakin banyak yang ikut shalat berjamaah di masjid sehingga beliau akhirnya melaksanakan shalat tarawih sendiri di rumah. *Baca Juga: Etika Shalat Tarawih & Witir

        I’tikaf
Inilah amaliyah ramadhan yang selalu dilakukan Rasulullah saw. I’tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat beribada kepada Allah swt. Abu Sa’id Al-khudri meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. pernah beri’tikaf pada awal Ramadhan, pertengahan Ramadhan, dan paling sering di 10 hari terakhir bulan Ramadhan.
ayangnya, ibadah ini dianggap berat oleh kebanyakan orang Islam, jadi sedikit yang mengamalkannya. Hal ini dikomentari oleh Imam Az-Zuhri, “Aneh benar keadaan orang Islam, mereka meninggalkan i’tikaf padahal Rasulullah tidak pernah meninggalkannya sejak beliau datang ke Madinah sampai beliau wafat.”

        Lailatul Qadar
Ada bulan Ramadhan ada satu malam yang istimewa: lailatul qadar, malam yang penuh berkah. Malam itu nilainya sama dengan seribu bulan. Rasulullah saw. amat menjaga-jaga untuk bida meraih lailatul qadar. Maka, Beliau menyuruh kita mencarinya di malam-malam ganjil pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan.
Kenapa? Karena, “Barangsiapa yang shalat pada malam lailatul qadar berdasarkan iman dan ihtissab, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” Begitu kata Rasulullah saw. yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Bahkan, untuk mendapatkan malam penuh berkah itu, Rasulullah saw. mengajarkan kita sebuah doa, “Allahumma innaka ‘afuwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii.” Ya Allah, Engkaulah Pemilik Ampunan dan Engkaulah Maha Pemberi Ampun. Ampunilah aku.
       
        Umrah
Jika Anda punya rezeki cukup, pergilah umrah di bulan Ramadhan. Karena, pahalanya berlipat-lipat. Rasulullah SAW. berkata kepada Ummu Sinan, seorang wanita Anshar, agar apabila datang bulan Ramadhan, hendaklah ia melakukan umrah, karena nilainya setara dengan haji bersama Rasulullah saw. (HR. Bukhari dan Muslim)
       
        Bertaubat
Selama bulan Ramadhan, Allah SWT membukakan pintu ampunan bagi seluruh hambanya. Karena itu, bulan Ramadhan adalah kesempatan emas bagi kita untuk bertaubat kembali ke fitrah kita.
       
       Zakat Fitrah
Zakat fitrah wajib dibayarkan sebelum hari Ramadhan berakhir oleh umat Islam, baik lelaki-perempuan, dewasa maupun anak-anak. Tujuannya untuk mensucikan orang yang melaksanakan puasa dan untuk membantu fakir miskin.

Itulah beberapa amalan ibadah mulia yang diajarkan oleh Nabi besar kita Rasulullah SAW pada bulan Ramadhan. Semoga kita dapat mengerjakan semua amalan ibadah tersebut dengan niat ikhlas dan mengharap ridho HANYA dari Allah SWT. Amiin.

sumber : http://blog.lazada.co.id/10-amal-ibadah-pada-bulan-puasa-ramadhan-sesuai-sunnah-rasul-saw/





Jadwal Waktu Shalat serta Imsak Bulan Ramadhan

Assalamualaikum, wr. wb.
Marhaban ya Ramadhan.. 
Gk kerasa bulan ramadhan hadir kembali. Bulan yang suci dan penuh ampunan. Mari sama-sama kita isi ramadhan ini dengan memperbanyak pahala dg meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah SWT. Bersihkan diri dg shalat, tadarus, dan mengerjakan amalan-amalan lain dibulan yang penuh berkah ini. 
Sebagai hamba Allah kita dianjurkan untuk saling mengingatkan satu sama lain dalam kebaikan. Maka disini saya akan memposting jadwal waktu shalat beserta waktu imsak di bulan suci ramadhan untuk wilayah Bandar Lampung dan sekitarnya untuk mengingatkan waktu-waktu shalat, berbuka sampai dengan imsak. Semoga ini bermanfaat untuk saudara muslim sekalian di wilayah ini.  

Wassalamualaikum, wr.wb.

sumber : http://www.bliblinews.com/news/jadwal-imsak